Tak Terduga dan Menyenangkan.

Masih mbulet di buku @PitoyoAmrih, dengan gaya cerita beliau yang seperti orang ngobrol santai diantara teman.

Awalnya, saat memegang buku “Pertempuran Dua Pemanah. Arjuna-Karna” untuk pertama kali, saya sudah penuh dengan antisipasi bahwa ini bukan hanya tentang pertempuran dua orang itu.

Seperti di “Wisanggeni Membakar Api” atau “Antareja dan Antasena”, saya menduga bahwa Pitoyo Amrih pasti akan menceritakan masa kecil Karna dan Permadi, yang memang dilakukan oleh beliau.

Namun ada tokoh “utama” lagi yang menyedot fokus saya yang disuguhkan beliau, ada pemanah lain. Adalah Ekalaya, Raden Bambang Ekalaya, raja Paranggelung, yang ternyata juga pemanah hebat. Yang sebelumnya hanya saya kenal sepintas lalu sebagai raja bergelar Prabu Palgunadi. Itupun, di otak saya, selalu tak lepas dari nama lain yang harus selalu hadir di imajinasi saya, meskipun saya tak tahu ada apa dengan dua nama tersebut. Nama itu adalah Palguna-Palgunadi.

Hal lain yang saya perhatikan adalah gaya bercerita Pitoyo Amrih di novel ini. Tadi sudah saya sebut bahwa beliau bercerita seperti ngobrol santai diantara teman. Ngobrol santai, tak ada jadwal, tak ada target, tapi tetap bikin nyaman. Bukankah itu tujuan santai diantara sahabat?

Ngobrol santai bagaimana? Yeah, saat kita ngobrol, saat kita sedang bicara tentang suatu topik, adakalanya topik itu merembet ke topik yang lain, yang juga merembet ke topik yang lainnya lagi, dan lainnya lagi, yang kemudian dengan santainya, mungkin sambil menyeruput kopi hangat yang tinggal separuh, kembali ke topik awal dengan mulus tanpa terkesan dipaksakan.

Hal itu terjadi di buku ini, betapa cerita masa kecil Karna tiba-tiba bergeser ke sayembara Kunti, geger Kangsadewa, dan kembali ke Karna lagi.

Saat ngobrol, kadangkala urutan kronologis juga sering tak beraturan. Kita bicara tentang kejadian hari ini yang merupakan akibat dari kejadian dua minggu yang lalu, yang direncanakan seminggu sebelum itu, berakibat dua minggu kemudian, dan akan kita lihat apakah besok ada akibat dari kejadian yang sekarang.

Hal yang sama saya kenali di buku ini saat tiba di bagian Ekalaya, berawal dari Ekalaya yang sudah lusuh, mundur ke Ekalaya saat masih di istana, maju sedikit ke bagian Ekalaya yang ditolak Durna, maju lagi, dan lagi. 

Apakah membingungkan? Dari sisi cerita, ini justru menarik karena kita tahu sebuah akibat dulu, sehingga penasaran apa sebabnya, yang kemudian dijawab dengan elegant oleh Pitoyo Amrih. Sehingga jalan cerita jadi menarik, misteri atau rasa penasaran selalu jadi bahan bakar cerita yang menarik.

Akan lain halnya misal bagian Bambang Ekalaya diceritakan runtut secara kronologis, tak akan menarik karena kita akan tahu hasil akhirnya, atau mungkin malah tidak tahu sama sekali mau mengarah ke mana. Pitoyo Amrih tahu cara membuat cerita menjadi menarik. 🙂

from Blogger http://ift.tt/2olyhdv
via IFTTT

Advertisements

Differentiation

How about slope of the function?

If we have y = f(x), we will have slope value on, say, (x0 , f(x(0)) by differentiate it.

m = dy/dx = df(x)/dx.

For slope on x0, just compute it.

We could plot the linear function that have form

y = m x + c

Okay we got m, what about c? Easy. We know f(x0) = y0.

So

y0 =  m x0 + c

c = y0 – m x0

And we have linear function

y = df(x0)/dx x + (y0 – df(x0)/dx x0)

Here’s the code.

from pylab import *

def f(x):
    return sin(x)

def df(y,x,i):
    m   = (y[i+1] - y[i])/(x[i+1] - x[i])
    c   = y[i] - m * x[i]
    return (m*x+c)

    

x   = linspace(0,pi,100)
y   = f(x)
plot(x,y)

dydx  = df(y,x,0)       #slope on x=x[0]
plot(x,dydx)            #plot slope

dydx  = df(y,x,30)       #slope on x=x[30]
plot(x,dydx)            #plot slope

grid(True)
show()



.

from Blogger http://ift.tt/2oM3nyK
via IFTTT

Creating (And Editing) Movie using iPhone, Macbook Air and Final Cut Pro.

I “clone” myself so I could play music in format trio, 🙂

.

What we need?

Of course:

  • A camera, I use iPhone Camera, I have iPad Pro but…
  • A tripod, I use iPhone because my iPad couldn’t be mounted on this.  
  • A Mac, Final Cut Pro only run on Mac, I use Macbook Air.
  • ehm, keyboard, guitar, bass guitar, whatever.
  • (optional), sound recording device, my iPad have decent video-sound, but sadly my iPhone isn’t (maybe defect product), so I use Behringer Xenyx with usb interface and connect it to my iPhone using usb to lightning adapter.
  • a metronome, since I don’t use iPad to recording, I play metronome apps an it, 🙂 .
Okay then.
To make a video, first we have to make a video, 🙂
I, mean using camera. Here, the tripod is important. To be able to make a “triplet” on the same room, we have to record it sequentially using the same camera position.
So, I start with acoustic nylon guitar part from start to end, and immediately switch to bass guitar to play the bass part, and finally the keyboard part.
Keep in mind that we have to play at the different place at the room and avoid abrupt motion that could overlap each other. 
Create a virtual zone for guitarist, bassist and keyboardist and ‘they’ have to play the instrument on their own zone.
I have to take this session twice because the first one didn’t produce audio. It turn out that I have to tighten usb cable between iPhone and Xenyx (which I should do at the beginning, 🙂 )    

After we satisfied with the record result, transfer it to Mac, I use airdrop facility, and open Final Cut Pro app.
  Start with empty one.

Create new project.

Import our video transfered from iPhone.

Drag it to timeline 

On audio inspector I choose Music Enhance as equalization

It resulted a audio clipping, so we must turn the volume down until the clipping gone (the red one).

Next, we set the first ‘musician’, the guitarist. I have play it several time at this recording, and I use the last take. So go for the last take, and cut it using blade tool, select previous movie chunk and delete it.

Then go to second ‘musician’, the bassist. Cut using blade tool, and drag it to the top of guitar filmstrip.

We could set the panning so the guitar sound goes to the right speaker. 

The difficult part is sync the audio. Actually no problem if we se metronome when record it.

Do the same step for the keyboard part. My keyboard sound goes to the left speaker.
Okay. The sound is done (you could add sound effect you like). 

After we’re okay with the sound, now we must crop the video so the three artist is shown. Start with the video on the top, the keyboardist. Crop it and we will got the bassist. And after we crop the middle layer, we have three music player on the same room, no need green/blue screen, 🙂 

Share it as Master File (or whatever format you want)

and done.
🙂

from Blogger http://ift.tt/2plejkB
via IFTTT